News Update :
Showing posts with label Djogja. Show all posts
Showing posts with label Djogja. Show all posts

Fenomena Es Dawet Ireng

Monday, July 2, 2012


Sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta, mata saya  disuguhi dengan berbagai hal termasuk sajian kuliner. Nah, yang berbeda pada akhir juni ini semenjak masuk jalur selatan tepatnya Purworejo, hamper setiap 5 meter terdapat tukang es dawet hitam. Apa itu? Lapaknya sederhana dan menyebar hingga wilayah kulonprogo dan Yogyakarta.


Setahu saya, es dawet itu cendolnya warna hijau atau kadang merah. Dan Dawet yang terkenal ya Dawet Ayu Banjarnegara. Lalu apa dawet hitam atau dawet ireng ini. Dawet ireng ini minuman berjenis dawet tapi dengan cendol yang berwarna hitam legam. Proses pembuatannya sangat alami yaitu diolah dengan tangan dan nggak pake bahan pewarna. Pewarna hitam buat cendol dibikin dari daun padi kering (oman) yang dibakar hingga menjadi abu, kemudian abu dicampur dengan air dan menghasilkan warna hitam. Sedangkan cendolnya dibuat dari sagu bukan dari tepung beras seperti cendol hijau biasa. Pemanisnya menggunakan gula aren. Ada keunikan dalam penyajian dawet ireng ini, yaitu pemerasan santan dari parutan kelapa langsung yang dapat dilihat oleh pembeli dan jumlah cendol ireng yang jauh lebih banyak dibanding kuahnya (santan dan air gula aren), kemudian ditambah es. Harganya berapa??? dawet ireng ini dibandrol cuma Rp 2.500,- saja per mangkok. Buat yang lagi travelling atau mudik atau sekedar lewat di jalur selatan Purworejo – Jogja, mampirlah sejenak melepas lelah sambil menikmati dawet ireng, yang terkenal adalah dawet ireng  jembatan butuh.
mirip dengan fenomena banyaknya tukang tutut di jalanan Bogor beberapa waktu lalu, semoga konsumen tidak cepat jenuh dan para pedagang terus berkreasi memelihara kekayaan kuliner nusantara tentunya dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan. 

Adakah fakta ilmiah di balik beringin kembar Jogja

Sunday, April 15, 2012

Saing ini saya iseng iseng cari file foto-foto lama untuk diedit. hemm,,ternyata banyak juga foto saya di beringin kembar. haha..waktu itu saya kesana dan mencoba melewati tempat yang masuk 7 tempat paling mengandung mitos sedunia versi On The spot.. :D. 
Saya berhasil melewatinya engan mata terbuka di siang bolong...xixixiix. ketika saya lewat disana, saya amati dengan saksama, ada apa ya, kok katanya susah banget sih melewatinya. 
mencari informasi di google, Nihil. sepertinya belum pernah ada yang ambil skripsi, thesis, atau disertasi mengenai hal ini ya...hemmm...
mari berfikir jernih (tanpa pertimbangan mitos mitosan) coba. Hal apa sih yang bisa membelokan gerak? Anginkah? saya tidak tahu. atau mungkin ada partikel maya di sekitar situ yang mengeluarkan energi tinggi? (apa sih ini)..semoga ada yang tahu dan mengungkap...

Merapi At TambakBoyo

Saturday, March 31, 2012

pemandangan merapi di pagi hari yang cerah dari embung (waduk) tambak boyo Jogja. seru loh..tempat ini selain view nya bagus,pengunjung juga bisa mancing atau joging seperti saya, bersepeda juga seru lo...


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sebakul Rindu Bersama Hujan untuk 3 Kota

Sunday, March 18, 2012

Hujan sore ini, membawakanku sebakul kerinduan untuk 3 kota..

1. Bogor
hujan di Bogor selalu menyematkan perjuangan. saat berbasah basah memakai jas hujan bersepeda. saat berpayungan , saat kamar kebanjiran dan buku kuliah basah karena atap bocor, saat tugas gambar teknikku basah. Dan yang palng kurindukan adalah kehangatan bersama teman temanku..menikmati bersama kesyahduan mendalam setelah hujan.


2. Pekalongan
Sungguh sungguh damai, jika saat ini berada di Pekalongan. Berada di tengah tengah keluargaku. JIka Flasback saat dulu, saat sering hujan hujanan sepulang sekolah. .ah..kecapean yang dulu adalah kerinduan dimasa sekarang akan suasana itu. Minum teh, masak bareng , bersama keluarga.

3. Yogyakarta
meski hanya sebentar saja disana, tapi saat manis itu adalah saat hujan sore sore di jl.Malioboro. Rasa haus yang kurasakan saat itu, rasa capek, masih terasa..berlari mengejar seseorang.

Hujan sore ini membuatku merasa sangat sangat merindu...

Kota dengan tatanan terbaik di dunia, ada di Indonesia

Sunday, March 4, 2012

Pertama kali saya masuk ke kota ini, kok gag takut kesasar ya. meski padat, tapi teratur. ketika membaca peta juga easy abis..

Kota Yogyakarta yang dibangun pada tahun 1755, bersamaan dengan dibangunnya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I di Hutan Beringin, berada di kawasan antara sungai Winongo dan sungai Code. Disuatu kawasan yang sangat strategis untuk segi pertahanan keamanan pada waktu itu.
Namun kalau kita amati secara lebih mendalam , ada satu hal yang membuat kita lebih takjub lagi, yaitu tentang tata letak kotanya.
Sebab tata letak kota Jogja adalah tata letak kota yang terbaik di dunia!!!
Betapa tidak, bila kita lihat tata letak jogja yang dibangun dari arah selatan yaitu panggung krapyak kearah utara sampai dengan tugu sangatlah tertata sekali serta mengandung banyak falsafah; padahal blueprint tata letak kota tersebut dibuat pada zaman dimana dinegara kita belum semaju saat ini. 


penjelasan lengkapnya ada di sini


Kuliner Jogja > Kopi Joss yang sederhana tapi bermanfaat


ini adalah potongan lirik lagu tentang malioboro...


Semua aku ingat
Dan tak akan kulupa
Kenangan paling indah
Dan paling... paling asyik

Reff:

(Ada lagu yang indah di Malioboro)
Lagu cinta tentang engkau dan aku

(Ada sajak yang indah di Malioboro)
Sajak cinta tentang engkau dan aku



pas lagi kangen kangennya dengan DJogja, eh nonton tv isinya jogja melulu...salah satunya liputan mengenai kopi joss. kopi khas angkringan Djogja. tidak seperti kopi tubruk biasanya, kopi ini ditambahkan arang panas, yang kalau nyelup ke gelas yang berisi kopi, mengeluarkan bunyi "jossss"...hehe.

saya jadi ingat kuliah energi..pas bahas karbon aktif. arang itu kalau dipanaskan pada suhu sangat tinggi bisa jadi karbon aktif, fungsinya bisa nyerap racun. obat mencret ampuh banget tuh. ..hehe.



Saat Gerimis di Titik 0 Djogja

Sunday, February 26, 2012


Di luar hujan deras, cb liatlah kluar, hitung ujannya tetes demi tetes... sebanyak itulah rasa rinduku pada  :D
0 km Jogja
ketika penat menghadang, pasti saya kangen dengan kota ini.  kata orang di sini telah tertanam damai
meski sulaman berbeda dan berbagai warna. 
lagu ini pas banget deh..nyanyiin bareng-bareng waktu perjalanan ke Jogja sama teman-teman, dan saat JOging di Alun alun Kidul dengar juga lagu ini. Pulang ke Kotamu (Ungu)

Yang Unik dari Benteng Vredeburg Jogja

Sunday, February 19, 2012

coba lihat ini...tampak atas dari benteng vredeburg Jogja yang terletak di ujung jalan malioboro, dekat kantor pos besar Jogja..saya ambil dari google maps..ternyata unik sekali desainnya. dan sungguh sangat detail. coba perhatikan bentuknya yang geometrikal itu. entah maksudnya apa.

Benteng Vredeburg tampak atas

 Benteng Vredeburg berbentuk segi empat, terdapat bastion pada tiap sudutnya. Ketingian tembok benteng sekitar 5 m dengan kemiringan tembok sekitar 5 drajat. Dinding benteng terbuat dari pasangan batu merah dengan ketebalan tembok sekitar 1 m dan dinding dalam memiliki tebal sekitar 60 cm dengan finishing spesi dan dicat warna krem. Terdapat jalur patroli pada sebelah selatan benteng dengan ketinggian sekitar 3 m dari permukaan tanah dan lebar 4 m untuk menghubungkan bastion satu dengan yang lainnya dan sebagai akses ke bangunan turutan. Pada bastion setiap bastion terdapat lubang bidik dan lubang meriam, bastion sebelah timur laut tidak terdapat jalur patroli dan memiliki tempat untuk berdiri prajurit (pedesthal).Gerbang benteng menghadap ke arah Barat. Terdapat juga meriam yang berjajar di sepanjang jalan menuju halaman dalam benteng.


Rindu Jogja

sedang angat rindu suasananya...
mending dengein ini..Pulang ke kotamu MP3 ungu


pulang ke kotamu
ada setangkup haru dalam rindu
masih seperti dulu tiap sudut menyapaku
bersahabat penuh selaksa makna
terhanyut aku akan nostalgia
saat kita sering luangkan waktu
nikmati bersama suasana jogja
di persimpangan langkahku terhenti
ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
orang duduk bersila
musisi jalanan mulai beraksi
seiring laraku kehilanganmu
merintih sendiri ditelan deru kotamu
walau kini kau tlah tiada, tak kembali
namun kotamu hadirkan senyummu abadi
izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
bila hati mulai sepi tanpa terobati
musisi jalanan mulai beraksi
seiring laraku kehilanganmu
merintih sendiri ditelan deru kota
walau kini kau tlah tiada, tak kembali
namun kotamu hadirkan senyummu abadi
izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi (untuk selalu pulang lagi)
bila hati mulai sepi tanpa terobati (bila hati mulai sepi tanpa terobati)
izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi (izinkanlah lagi)
bila hati mulai sepi tanpa terobati (selalu pulang lagi, selalu pulang lagi)


Tugu 0 km



..:: Hotel, Traveling, place, Info Djogja::..

Sunday, June 5, 2011

Djogjakarta is a very famous tourist city in the world. Traditional life is still very typical to make this city visited by tourists. This city also provides a variety of tourist facilities like hotels and lodging from a variety of prices. The following is the link to find out and booking lodging and hotels in Jogja.www.booking.com or   http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-hotel/budget/

::..DJOGJA'S GUDEG..::

Friday, June 3, 2011




Gudeg (gudheg Java language) is a special food of Yogyakarta and Central Java which is made from young jackfruit cooked in coconut milk. It took many hours to make this dish. Brown color is usually generated by teak leaves are cooked simultaneously. Gudeg eaten with rice and served with thick coconut milk (areh), free-range chicken, eggs, tofu and sambal goreng krecek. brown color is produced from the leaves of teak.

There are different variants of warm, among others:

    
* Gudeg dry, that is served warm with areh thick, much thicker than coconut milk in desert cuisine.
    
* Gudeg wet, which is served warm with dilute areh.
    
* Gudeg Solo, namely that arehnya warm white.
one famous name that is Gudeg Wijilan. Gudeg Wijilan indeed distinctive flavor, different from the gudeg in general. Gudeg's dry with a sweet taste. How to cook it any differently, young jackfruit (Gori) boiled over wait about 100 degrees Celsius for 24 hours to evaporate the liquid.
As a complementary side dishes, chicken meat and eggs are then boiled duck dipindang. While taste is a spicy blend of vegetables and sambal tempe krecek.
Resilience Wijilan gudeg is indeed suitable as souvenirs, because it is dry gudeg, it is not perishable and can last up to 3 days.
The price is varied, ranging from Rp 20,000, - to Rp 100,000, -, depending on the selected side dishes and types of packaging. Some even offer economical packages Rp 5,000, with a side dish tofu, tempe, and eggs.
Like the gudeg elsewhere, by-the typical Jogja can be packaged interesting by using 'besek' (place of woven bamboo) or use 'kendil' (urn of baked clay). Even more unique, some sellers are gudeg Wijilan will be happy to show the process of making gudegnya if the visitor chooses.

::..THE SECRET BEHIND Djogja unique architecture..::

Saturday, May 14, 2011

Tugu Jogja must be familiar. Although it’s current form is already a reworked from the original. Tugu Jogja is an imaginary pivot point of the city of Yogyakarta. Right in line when drawn north is Mount Merapi and on the south are the Stage Krapyak. From this reference Jogja city development. Palace and alun-alun follow this imaginary axis, so that between Mount Merapi, tugu, Palace, panggung Krapyak, and the South Seas when drawn line is a series of north-south.
Until now too many imaginary axis Jogja interpreted. People say that the southern part of Jogja is considered more sacred than the north. That is why development and modernization experienced more northern than the southern part of Jogja.


Laying the Kraton Yogyakarta is located right in the middle of the flow of the river that divides two Jogja. western part of the Qiblah of Muslims in Mecca and overlooks the northern part of Merapi. In Yogyakarta there are actually two palaces, the other being the former royal palace is a palace Kotagede Mataram.
There is a concept owned palatial in general, namely the concept of catur Gatra. The concept of catur  Gatra is the existence of four elements in the palatial, the palace, the plaza, mosque and market. To Kraton Jogja, mosque is Masjid Gede Kauman west of the north plaza, and its market is Beringharjo market in the north palace. Whilst to Palace Kota Gede, mosque is the Great Mosque of Mataram, and the market is definitely Kotagede market.

::.."Mie Djogja" in the rain..::

Tuesday, May 10, 2011

When rains and hungry, eat the most delicious hot and spicy foods. One type of food that I mean is Mie Jogja or Mie Jawa. There are two kinds ; noodles boiled or Godog fried noodles. Unlike instant noodles, noodles have more supple and rich in nutrients because served with meat and vegetables (cabbage, carrot, cucumber, pickles). 

Mie Jogja not only exist in Yogyakarta but can be found throughout Indonesia. Prices range between Rp.8000-Rp.15 000 depending on where you buy. Enjoy the most delicious in the cafe tenda, but if you want a more formal, mie jogja also available at the restaurant. This afternoon I enjoyed it in pondok bambu Anindi, Darmaga IPB Bogor, near my campus. Yesterday I enjoyed the noodles in Mie Jogja Jogja Pak Karso jl. Pajajaran. The most delicious when accompanied by coffeemilk or sweet tea.

::.."Rujak es krim" ..Djogja's Food

One of the unique foods of Jogja is "Rujak ice cream. " The perfect blend of shaved salad and ice cream. Sensation of sweet-sour-spicy-cool. Rujaknya made ​​from fresh fruits such as cucumbers, kedondong, papaya, pineapple, bengkoang, and then shredded young mango flavored salad. Well for this presentation is quite interesting, grated fruits that have been flavored salad was served with ice cream. Price Rujak Ice Cream is also very affordable, only 3500  per bowl.

:::..Train schedule at Tugu Station, Jogjakarta..:::

Sunday, May 8, 2011


This is Arrival and departure schedules Railway at Tugu Station, Yogyakarta.
Kereta
Dari
Tujuan
Jam
Argo Lawu
Solo
Jakarta
08.57
Argo Lawu
Jakarta
Solo
02.46
Argo Dwipangga
Solo
Jakarta
20.47
Argo Dwipangga
Jakarta
Solo
14.56
Taksaka II
Yogyakarta
Jakarta
10.00
Taksaka Pagi
Jakarta
Yogyakarta
15.35
Taksaka I
Yogyakarta
Jakarta
20.00
Taksaka Malam
Jakarta
Yogyakarta
03.49
Fajar Utama Yogya
Yogyakarta
Jakarta
08.00
Senja Utama Yogya
Yogyakarta
Jakarta
18.30
Senja Utama Solo
Solo
Jakarta
18.51
Jayabaya Selatan
Surabaya
Jakarta
20.19
Bima
Surabaya
Jakarta
21.40
Gajayana
Malang
Jakarta
22.46
Argo Wilis
Surabaya
Bandung
12.09
Lodaya
Solo
Bandung
21.17
Mutiara Selatan
Surabaya
Bandung
22.27
Turangga
Surabaya
Bandung
23.34
Sancaka II
Yogyakarta
Surabaya
07.15
Argo Wilis
Bandung
Surabaya
13.51
Sancaka I
Yogyakarta
Surabaya
16.00
Jayabaya Selatan
Jakarta
Surabaya
22.20
Gajayana
Jakarta
Malang
00.35
Mutiara Selatan
Bandung
Surabaya
01.04
Bima
Jakarta
Surabaya
01.16
Turangga
Bandung
Surabaya
01.31
Senja Utama Solo
Jakarta
Solo
04.12
Senja Utama Solo
Yogyakarta
Solo
04.17
Lodaya
Bandung
Solo
15.19
Lodaya
Yogyakarta
Solo
15.24
Prameks 2
Yogyakarta
Solo
06.50
Prameks 4
Yogyakarta
Solo
09.45
Prameks 6
Yogyakarta
Solo
13.00
Prameks 8
Yogyakarta
Solo
16.10
Prameks 10
Yogyakarta
Solo
18.52
Senja Utama Yogya
Jakarta
Yogyakarta
04.46
Sancaka Pagi
Surabaya
Yogyakarta
13.05
Fajar Utama Yogya
Jakarta
Yogyakarta
14.00
Sancaka Sore
Surabaya
Yogyakarta
20.53
Prameks 1
Solo
Yogyakarta
06.41
Prameks 3
Solo
Yogyakarta
09.26
Prameks 5
Solo
Yogyakarta
12.45
Prameks 7
Solo
Yogyakarta
15.43
Prameks 9
Solo
Yogyakarta
18.35
Logawa
Jember
Purwokerto
15.21
Progo
Yogyakarta
Jakarta
17.00
Bengawan
Solo
Jakarta
18.38
Gaya Baru Malam
Surabaya
Jakarta
20.06
Pasundan
Surabaya
Bandung
12.15
Kahuripan
Kediri
Bandung
22.08
Kahuripan
Bandung
Kediri
03.35
Sri Tanjung
Yogyakarta
Banyuwangi
07.30
Logawa
Purwokerto
Jember
09.22
Pasundan
Bandung
Surabaya
14.24
Gaya Baru Malam
Jakarta
Surabaya
21.44
Progo
Jakarta
Yogyakarta
06.20
Bengawan
Jakarta
Solo
05.30
Sri Tanjung
Banyuwangi
Yogyakarta
19.57



 

© Copyright Radja Copas Blog 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates - Jasa SEO | Powered by Blogger.com.